Assamualaikum readers!
Sudah lama saya tak bersua menulis apa yang saya rasa,
pikirkan dan inginkan di blog ini.
Dibilang terlalu sibuk juga tidak lebih tepatnya mengumpulkan keinginan untuk membuat sebuah tulisan kembali. Bermakna atau tidaknya ya tulis saja tak ada yang tau kedepannya bagaimana. Mengutip sebuah quote yang pernah saya baca " Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian - Pramoedya Ananta Toer" jika kamu tak menulis pelajaran yang diterangkan dosenmu hari ini, kamu belum tentu bisa mengingatnya lagi besoknya tapi, jika kamu menulisnya maka kamu bisa membuka lagi tulisan tersebut dan mengingatnya kembali contoh kecilnya seperti itu. Dan hari ini saya memulai kembali untuk menuliskannya "lagi".
Pesona senja bulan Februari kala itu sepertinya pas untuk dijadikan judul tulisan ini.
Bermula dari ide dadakan tasya yang mengajak saya untuk libur bersama setelah sekian lama tak berjumpa karena kesibukan kami masing-masing di universitas yang menyita waktu kami untuk sekedar bertemu, dekat pun terasa jauh. Terjadi percakapan singkat antara kami untuk memutuskan ide ini dan pada akhirnya liburan dadakan tersebut terrealisasikan dan saya berjumpa sekaligus berlibur bersama dengan sahabat saya Tasya sewaktu di SMP.
Kami berlibur ke Kalianda yang kebetulan orang tua tasya berkerja disana. Kami menempuh waktu kurang lebih 3 jam dari Bandar Lampung menggunakan sepeda motor. Ini bukan kali pertama kami berlibur bersama. Kali pertamanya saya diajak oleh Tasya berlibur ke Jakarta untuk menggantikan tiket kakaknya yang tak jadi berangkat karena ada kendala berkah yang sangat alhamdullilah liburan gratis. Pada waktu itu saya menginjak kelas 1 SMA sudah lama sekali memang tapi sangat berkesan.
Sesampainya di Kalianda saya di sambut sangat hangat oleh orang tua Tasya yang tipikalnya memang sangat humble terhadap siapapun. Hari pertama kami habiskan untuk beristirahat karena menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Paginya kami memutuskan untuk keliling kalianda bermodal dua motor satu dikendarai oleh Tasya dengan membonceng saya dan motor kedua dikendarai oleh saudaranya. Kami berkeliling pantai-pantai di sekitaran kawasan Kalianda Resort. Sebelum itu kami berkunjung ke batu kapal maybe hahahha in fact i forgot the name of the place please come on ayo ingat-ingat, lalu kami melanjutkan ke sebuah pantai. Again and again i forgot the name of the beach bukan lupa juga sebenernya lebih tepatnya tidak melihat plang nama pantai tersebut soon kalo berkunjung kesana lagi saya akan melihat namanya.We took many photos in one day hahaha yeah! the power of girls.
Lets see.....
Hari semakin petang kami memutuskan untuk pulang. Hari ke 3 the last day in Kalianda kami memutuskan untuk berkunjung ke way belerang kalianda its so funny but hurt tempat yang kami kunjungi salah ternyata way belerang yang kami kunjungi yang sudah tertata rapih dan tersedia beberapa kolam semacam kolam renang awalnya kami mengira way belerang yang kami kunjungi masih sangat alam. Kami sempat bertanya kepada pengunjung ternyata way belerang yang masih alam lokasinya lumayan jauh di tempuh dari tempat yang kami kunjungi pada hari itu. Finally, kami memutuskan untuk tetap menikmati apa yang ada antara terlanjur dan ya ya sudahlah. Tetap bersyukur telah datang ketempat ini. Nyesel? ya jelas tidak. Alam tidak pernah memberikan penyesalan dengan keindahannya.
Tempat yang tak sengaja kami singgahi di sore hari ke-3 kami di Kalianda. Setelah mengelilingi jalan sekitar, tak jauh dari Dermaga BOM Kalianda . Kami melihat pantai yang epic!dan memutuskan singgah. Dibilang secret beach kalinda juga bukan, karena letaknya di pinggir jalan dan sekitar rumah warga. Apapun nama pantai ini saya di buatnya terpesona. Ah, i wanna take a picture too much! Dikiri pantai saya dapat melihat jejeran rumah warga setempat dan dikanan pantai saya dapat melihat anak-anak sekitar yang bermain sepak bola dengan bahagianya terlihat bebas lepas tanpa beban. Kami mengahabiskan waktu di pantai ini menunggu matahari terbenam berpadu sambutan senja dengan deburan ombak tenang ditambah semilir angin pantai kala itu.
Ketika saya membaca tulisan ini lagi saya rasa saya harus kembali ketempat-tempat ini dilain waktu. Mungkin bersama kalian lagi atau dengan orang-orang yang berbeda. Bucket list tempat yang akan dituju selanjutnya? boleh! saya rasa itu perlu - Februari.











