Assalamualaikum selamat bermalam jumat berkah.
Oke dimulai saat gua dateng kekampus tapi jam kuliah kosong nah itu gimana............ bukannya kosong sih lebih tepatnya gua/kami digantungkan karena dikampus lagi ada kuliah umum untuk seluruh mahasiswa tapi dilemanya ada UTS biologi. Yang dipikiran gua kalo kuliah umum gak apa-apalah ya gak dateng meliburkan diri dulu sehari butuh piknik saya ini wkwkwkwk, nah UTS ini gada kejelasan jadi UTS atau gak gara-gara ada kuliah umum yang katanya untuk seluruh mahasiswa . Datenglah gua ke kampus mayanlah nunggu 1 jam sebelum keputusan UTS atau gak and than UTS ditiadakan [Merdekaaaaa!!!] gua juga belum belajar sebenernya kalo jadi UTS hahaha lucky banget kan.
Yaudah sambil mengisi kegabutan gak UTS kita orang duduk-duduk di gazebo yang udah di sediain ngobrol-ngobrol lah untuk menjalin keakrabaan wwkkwkw. Niat gua sih pengen pulang aja sebenernya pengen tidur pada saat itu kondisi lagi gak strong soalnya wwkwkk tapi apa daya rumah lumayan jauh nanti kumpulan lagi jam 5 sore mending gua gak pulang dah.
Gak lama dari ngobrol-ngobrol kita orang memutuskan untuk mengikuti kuliah umum dari pada gabutkan.
panjang bangetdah gua cerita yaudah keintinya langsung saja.
Gak kerasa waktu nunjukin pukul 2 siang itu ujan tepatnya baper laper cocok. Di kampus tinggal ada gua, v dan z dari manusia yang hadir memastikan UTS atau gak yang lain pada balik.
Gatau mulai dari mana gua sama diorang ini saling cerita mulai dari kehidupan, keluarga, orang yang disuka, dan perjuangan masing-masing. Mungkin karena hobi gua juga dengerin orang cerita jadi gak bosen plus kebawa ngikutin alur juga cerita . Dari semua cerita yang diceritain mereka ada 1 cerita yang menyentuh hati gua cerita dari si z. Dia menceritakan tentang keluarganya perjuangan buat dia kuliah.
Awalnya gua kira si z ini gak seperti itu keadaanya karena tiap harinya orangnya keliatan tanpa beban. Ternyata apa yang dilihat dan kenyataan itu berbeda. Terkadang orang tersebut gak mau nunjukin masalahnya karena beberapa orang hanya kepo tapi sedikit orang yang perduli right?:))
Sebelum UN semangatnya udah dipatahin sama ayahnya dia gak boleh kuliah karena posisinya kakaknya mau wisuda dan perlu uang banyak. Ayahnya takut kalo dia kuliah nantinya gak ada biayaya. kata ayahnya ke Z "adek kamu gak usah kuliah ya" si Z hening lalu berpikir terjadilah adu argumen dengan sang ayah " yah z mau kuliah" disitu posisi Z kacau akhirnya dia menjawab mungkin dapat dibilang dengan lirih "iya yah" dia langsung pergi kekamar dia gak mau nunjukin dia nangis di depan ayahnya. Dari lama dia udah ngerancang plan kedepannya apa yang mau dia lakuin kalo dia kuliah cita-citanya nanti tapi ayahnya gak menginjinkan dia kuliah [baper banget gua disini]. Sempet terlintas di pikiran Z gua ini gak kuliah karena kakak gua loh sebenernya karena butuhin duit banyak. Tapi si Z mikir lagi dengan tenang ini gak sepenuhnya loh salah kakak gua. Ayahnya juga pada saat itu juga posisinya lagi terpuruk.
Tapi gak sampe disitu aja dia gak patah semangat dia bujuk ayahnya untuk supaya dia bisa kuliah. Akhirnya dia membuat target dia bakal kuliah dengan jalur SNMPTN dan nyoba bidikmisi. Dia cerita ke ayahnya "yah z kuliah ya z nyoba SNMPTN dan bidikmisi yah. Bidikmisi kuliahnya gak bayar" akhirnya ayahnya mengizinkan dengan syarat dia harus terima. Ayah mana yang gak tersentuh ketika anaknya ngomong kaya gitu sih:"))). Pengumuman SNMPTN tiba si Z gak berani buka pengumumanya karena itu mempertaruhkan harapanya buat kuliah. Tapi takdir Allah belum berpihak sama dia, dia gagal SNMPTN dia nangis. Yang dia cari pada saat itu adalah ibunya dia pengen dipeluk ibunya untuk meredam hatinya yang hancur. Akhirnya dia nyamperin ibunya di pasar yang gua tangkep disini mungkin ibunya dagang dipasar gua gak enak mau tanya-tanya soal begituan.
Ibunya bertanya "dek kamu kenapa" tapi si Z ini gak ngomong-ngomong dia binggung dia malu kalo nangis didepan ibunya posisinya dia sujud dikaki ibunya gak bangun-bangun. Ibunya binggung dek jangan kaya gitu malu diliatin orang. Dia gak memperdulikan orang sekitarnya dia nangis yang dia tau dia cuman mau peluk ibunya dan mengungkapkan isi hatinya. Akhirnya Z nyeritain kalo dia gagal SNMPTN. Dan diposisi tersebut dia belum cerita ke ayahnya karena takut mengecewakan ayahnya. Gak lama dari dia cerita ke ibunya dia cerita ke ayahnya "yah z gagal SNMPTN" ayahnya hanya terdiam.Di posisi tersebut sang ayah bilang ke z "Z kamu harus kuliah" carilah kuliah yang murah. Akhirnya Z berinsisatif mencari kuliah yang murah dan memukanya dan bilang ke ayahnya "yah Z udah menemukan tempat tersebut" yaudah kata sang ayah kamu kuliah disini aja. Tapi Z berpikir lagi untuk apa gua kuliah 1 tahun tapi gua gak srek sama tempat tersebut dan ngebuang duit orangtua gua yang lagi susah lebih tepatnya itu bukan tempat kuliah bisa dibilang tempat pelatihan kerja kesehatan. Si z bilang ke ayahnya "yah Z gak usah kuliah aja dari pada z membuang uang ayah dan ayah mikirnya ayah malu punya anak gak kuliah Z kerja aja di Jakarta". Yang namanya ayah pasti juga berpikir untuk kebaikan anaknya "maua kerja apa kamu Z di Jakarta badan kamu kecil paling jadi kuli" mulai lah mereka beradu argumen.
Kapan pun si Z ada masalah Z cerita dengan ibunya kalo dia gak pengen kuliah di tempat tersebut. Si Z bilang "masih ada 1 cara lagi yaitu SBMPTN dan masih bisa coba bidikmisi" ibunya jawab"coba aja jangan mikirin uang dulu uang itu gampang". Akhirnya dia belajar dengan keras supaya masuk SBMPTN tenyata doa dan usahanya gak menghianati hasilnya. Dia lolos SBMPTN tapi bidikmisinya gak lolos. Si Z binggung uang dari mana dia bayar UKT sementara keadaan orangtuanya lagi terpuruk. Dan posisinya dia belum cerita dengan ayahnya kalo dia masuk SBMPTN karena faktor takut.
Akhirnya ibunya mengusahakan uang UKT tersebut [ibu itu memang wanita paling dabezzzzz gaizzz] dan akhirnya si z mengklik yes yang artinya dia setuju dengan ukt tersebut dan membayarnya. Dia cerita keayahnya yah Z masuk SBMPTN dan Z udah mencari kosan. Sang ayah diam saja. Dan pada saat daftar ulang Z gak sama sekali tegoran dengan ayahnya. Ayahnya hanya diam di sepanjang perjalanan.
Gak lama dari kejadiaan tersebut ada pembukaan bidikmisi tambahan dan ternyata si Z lolos. Dia menelpon ibunya dan ibunya sangat senang pada saat itu. Beberapa hari dari kejadian tersebut Z nelpon ibunya dengan maksud meminta tolong mengambilin barang yang ketinggalan di rumahnya. Gak disangka yang ngangkat telpon itu ayahnya baru pada hari itu mereka berteguran dari sekian lama dicuekin ayahnya nanyain kabarnya Z yang namanya ayah pasti gak tahan kan diem lama-lama sama anaknya sebenernya ayah itu orang yang sayang banget sama kita mungkin terkadang mereka gak bisa nunjuukin rasa sayangnya itu gimana dan dalam bentuk apa. Pada saat telponan itu gaiz menurut gua moment paling haru karena disitu ayahnya z nasehatin z untuk kuliah yang bener, jangan lupa sama tujuan di kuliahin itu unuk apa dan jangan berleha-leha lah intinya.
Inti dari cerita diatas adalah:
Allah mempunyai rencana-rencana terbaik untuk semua umatnya.Ketika kita berusaha dan berdoa, usaha dan doa tersebut tidak akan menghianati hasilnya. Dan seorang Ayah yang kita anggap mungkin jaha gak perduli tapi sungguh didalam lubuk hatinya yang terdalam pasti dia sangat perduli dan menyayangi anaknya mungkin lebih tepatnya gak tau cara mengekspresikanya dan ibu itu jangan ditanya dia bakal mengerahkan seluruh kemampuaanya untuk melakukan yang terbaik untuk anaknya. Jangan mengeluh dan janganlah putus asa untuk mencapai sebuah tujuan karena tidak selalu yang kita inginkan dapat terjadi begitu mudah tetapi ketika kita berusaha semua kemungkinan itu akan terpatahkan atau terealisasikan. Dan jangan malu untuk menceritakan siapa kita kepada orang banyak siapa tau cerita kita dapat menginspirasi mereka yang berada di luar sana yang masih berleha-leha untuk mencapai tujuannya. Dan semua orang tua mempunyai harapan baik untuk anaknya setidaknya mereka tidak sama seperti orang tuanya lebih segalanya maupun materi dan pengetahuan.
Sungguh cerita diatas sangat mengispirasi gua. Pas mau masuk universitas dapat dikatakan orang yang dipermudah atau lucky lah daftar langsung terima SNMPTN. Sempet dulu gak ngerasa bersyukur karena apa yang gua dapet gak sesuai harapan [jurusan]. Tapi gak lama dari itu gua berpikir ini rencana terbaiknya Allah mungkin ada maksud di balik semua ini dan mungkin ini jalan terbaik gua dan tempat terbaik gua untuk menuju sukses. Dan cerita di atas buat gua nambah bersyukur gua masih bisa kuliah dengan nyaman dan juga ternyata banyak orang yang ingin kuliah tapi banyak juga yang menyia-yiakan masa kuliahnya contohnya dia cuman main-main dan buang uang orangtuanya sungguh disayangkan
Ketika kalian berpikir kalian susah ternyata ada yang lebih susah dari kalian.



